10 Wanita yang Akan Jadi Inspirasi Anda di Tahun 2013

Tahun 2012 sudah tinggal 3 bulan lagi berjalan dan banyak nama yang hadir sebagai figur publik memenuhi media. Dari sebanyak itu sosok yang muncul, hanya beberapanya tepat untuk dijadikan inspirasi atas prestasinya di bidang mereka masing-masing, serta citraannya yang baik dan mampu memprovokasi wanita lain untuk mengejar mimpinya.

Untuk pertama kalinya, Style Factor merilis daftar wanita yang akan jadi inspirasi Anda di tahun depan. Beberapa nama di sini mungkin bukan nama yang sudah tak asing lagi bagi Anda, namun bagaimana mereka menjaga tampilan dan “spirit”-nya. Menjadi yang terdepan, terunik, dan mengagumkan. Inilah mereka.

Citra Kirana
Peran antagonis justru membuat kami penasaran. Kalau Anda tak pernah melewatkan serial Putri yang Ditukar dan Nikita, tentu sudah akrab dengan wajah Citra Kirana yang menjadi sosok antagonis di sana. Kemampuan akting “galak” gadis berumur 18 tahun ini diimbangi dengan karakter wanita baik hati yang diperankannya di Tukang Bubur Naik Haji.

Demi mengejar hasrat besar di bidang akting, finalis GADIS Sampul tahun 2007 ini sampai memutuskan untuk sementara fokus di layar kaca dengan menunda kuliahnya. Hasilnya daftar sinetron yang dibintanginya akan terus bertambah. Tak lupa pula, pertengahan tahun ini dia berakting di layar lebar, Cinta Suci Zahrana, yang disutradarai oleh Chairul Umam. (Foto: Kapanlagi)

Risa Suseanty
Dijuluki sebagai “ratu downhill Indonesia”, Risa Suseanty menjadi salah satu orang yang disegani di negeri ini atas prestasi cabang balap sepeda yang sudah banyak dia raih. Sebut saja beberapa kali SEA Games yang diikutinya berbuahkan medali emas (1997, 1999, 2001, 2009, dan 2011).

Tak salah kalau wanita geulis kelahiran Bandung, 25 Oktober 1980 ini dipercaya untuk mengemban sponsorship dari beberapa merek sepeda dan aksesoris olahraga karena image-nya yang menarik serta prestasi yang memukau.

Prisia Nasution
Salah satu momen terbaik di bidang film Tanah Air adalah saat melihat Prisia ikut berjalan di karpet merah Festival Film Cannes 2012 lalu. Mempromosikan film Sang Penari di acara bergengsi tersebut, Prisia hadir dengan kebaya karya Raden Sirait yang membuatnya terlihat anggun.

Film arahan Ifa Isfansyah, Sang Penari, membuktikan bahwa kualitas akting wanita ini tidak sembarangan. Wanita kelahiran 1 Juni 1984 ini diganjar dengan penghargaan Festival Film Indonesia 2011 sebagai aktris terbaik. Tak salah kalau Cannes menjadi langkah Prisia selanjutnya. (Foto: Kapanlagi)

Gemala Hanafiah
Tiga kata yang tepat menggambarkannya:  cantik, aktif, dan cerdas. Di mana tempat yang tepat untuk menemukan sosoknya? Pergilah ke pantai-pantai dengan ombak yang tinggi, karena di sana Gemala akan berselancar di atas ombak besar tersebut.

Wanita kelahiran Balikpapan, 7 Maret 1980 ini menjalankan tiga profesi sekaligus: peselancar profesional, presenter acara berbau petualangan dan traveling, serta desainer grafis. Ketiganya, dikutip dari wawancara dengan Tabloid Nova, dianggap Gemala sebagai pekerjaan utama. Prestasi resminya di bidang olahraga yang sudah banyak membuat peselancar serba bisa ini tepat dijadikan inspirasi bagi Anda. (Foto: TEMPO/Arnold Simanjuntak)

Hanum Salsabiela Rais
Hanum adalah sosok wanita progresif dan inspiratif. Sempat merilis buku biografi berjudul Menapak Jejak Amien Rais, yang dikemasnya dalam bentuk novel biografi, Hanum membuktikan talenta menulisnya dengan baik di buku tersebut.

Mantan presenter televisi ini juga menerbitkan buku selanjutnya yang ditulisnya bersama suami, Rangga Almahendra, berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa yang juga mendapat ganjaran kritik positif bagi pecinta buku Tanah Air tahun lalu. (Foto: TEMPO/Yosep Arkian)

Andra Alodita
Dikutip dari The Jakarta Post, “Foto adalah medium ekspresi, buat sebagai pekerjaan. Saya ingin bercerita ke orang lain lewat foto,” ujar Andra, fotografer muda dan cantik yang sudah mempublikasikan karyanya di beberapa majalah besar negeri ini.

Karirnya diawali sejak menjadi fotografer belakang panggung untuk desainer fashion Biyan Wanaatmadja. Pengalaman dan profesionalitasnya yang mengagumkan membawa dia terlibat pada proyek besar Singapore Fashion Week 2011. Muda dan berprestasi, betapa inspiratif.

Ardistia Dwiasri
Fashion scene New York melahirkan satu nama anak negeri yang sukses di sana, dialah Ardistia Dwiasri, yang besar dengan labelnya, Ardistia New York. Sebelum membuat labelnya sendiri, wanita kelahiran Jakarta ini sempat bekerja untuk label-label besar seperti Gap, Diane von Fursternberg, sampai Tommy Hilfiger.

Lingkungan yang tepat mempertajam sense berkaryanya lebih jauh. Inilah yang membuatnya menjadi terus berkarya sampai mendapat prestasi seperti Gen Art Fashion Award 2007. Karya-karyanya juga sempat ditampilkan di New York Times, Vogue, Elle, Bazaar, dan masih banyak lagi. (Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah)

Gita Gutawa
Banyak yang menyangka Aluna Sagita Gutawa, atau yang lebih dikenal dengan Gita Gutawa berhasil karena berada di bawah baying-bayang Erwin Gutawa, ayahnya yang seorang komposer terkenal Tanah Air. Faktanya tidak begitu. Gadis kelahiran tahun 1993 tersebut memang berbakat sedari kecil. The Jakarta Post mendeskripsikannya, “sweet like cotton candy and warm like a kiss.”

Selain merilis beberapa album, Gita juga telah meraih beberapa penghargaan di bidang musik; triple platinum untuk album pertamanya, 4 penghargaan nasional di SCTV Awards dan Anugerah Musik Indonesia. (Foto: TEMPO/Muhammad Auliya)

Maudy Ayunda
Berakting di layar lebar merupakan obsesi sebagian besar selebritas. Dan gadis muda kelahiran Jakarta 18 tahun lalu  ini sudah berada di jalur yang tepat. Memulai debut filmografinya pada tahun 2006 pada film yang disutradarai Riri Riza, Untuk Rena, Maudy Ayunda mendapat banyak pujian oleh banyak kalangan.

Terakhir, Maudy beradu akting dengan Adipati Dolken untuk film adaptasi novel Dewi Lestari, Perahu Kertas, yang diarahkan oleh Hanung Bramantyo. Selain karena kemampuan akting yang luar biasa, Maudy Ayunda dipilih menjadi peran utama di film itu karena, “dia bisa menyanyi,” ujar Hanung kepada The Jakarta Globe. Maudy membuktikan bahwa ternyata sepaket kreativitas dapat muncul pada umur yang sangat muda. (Foto: Kapanlagi)

Bella Fawzi
Kehausan akan ilmu pengetahuan membuat sulung dari pasangan Marissa Haque dan Ikang Fawzi ini memiliki bakat komunikasi yang sangat baik. Inilah yang membuat pemenang Abang None Jakarta 2007 ini dikenal sebagai presenter televisi nasional dengan pengetahuan yang sempurna.


sumber
Share this article :
 
 
Support : Creating Website | Pondok Reot Template | Pondok REot Template
Copyright © 2011. pondok reot - Hak cipta dilindungi undang-undang
Template Created by Creating Website Published by Pondok Reot Template
Proudly powered by Blogger