7 Pelajaran Hidup dari Steve Jobs

Sekitar lebih dari setahun sejak Steve Jobs meninggal. Ia telah meninggalkan warisannya melalui produk-produk Apple. Namun demikian, ia memiliki sisi lain yang menarik untuk diceritakan.
Steve Jobs
Bahkan, pertanyaan yang paling populer 2012 di situs Quora adalah, “Apa cerita terbaik Anda setelah bertemu langsung dengan Steve Jobs?” Jawaban untuk pertanyaan ini menawarkan sebuah pelajaran hidup dari seorang Steve Jobs.

1. Bantulah orang lain, sejauh yang Anda bisa

Jawaban atas berasal dari Tim Smith, seorang penggiat di Design Group Terapan. Suatu ketika mobil Smith mogok di dekat rumah Jobs. Dengan kap mobil terbuka, Smith bermaksud berjalan ke rumah pacarnya untuk memanggilnya.
Ketika Jobs dan istrinya keluar, mereka menawarkan untuk memanggil seorang teman yang merupakan seorang montir. Tiba mengenakan dasi hitam, temannya itu mulai mengotak-atik mobil Smith di bawah tenda, dengan Jobs di belakang kemudi untuk menyalakan mobil. Setelah itu, Smith diundang untuk memanggil pacarnya.

2. Akuilah kesalahan Anda

Michel Smith menulis bahwa ia mengirim email “berapi-api” ke Steve Jobs ketika Jobs sedang mempertimbangkan kembali ke Apple untuk membantu perusahaannya untuk berjuang.
“Tolong,” aku memohon padanya, “Jangan kembali ke Apple, Anda akan merusaknya..” Jobs menjawab dan mengatakan kalau ia ingin menyelamatkan perusahaan, lalu membuat satu permintaan kepada Smith: “Anda mungkin benar, tapi jika saya berhasil, lihatlah diri Anda di cermin dan katakan ‘Bajingan!’ pada diri Anda sendiri.”
“Pertimbangkan lagi, Steve,” tulis Smith. “Saya tidak bisa disalahkan.”

3. Ingat nama orang lain

Suatu ketika, Ryan McGeehan, kepala keamanan di Facebook, berlari mendekati Steve di Whole Foods lokal. Jobs menepuk bahu McGeehan dan bertanya tentang limun di gerobaknya. Lalu, mereka mengobrol selama sekitar 5 menit. McGeehan mengatakan Jobs itu orang yang baik. “Dia ingat nama saya dan berkata ‘bye,’” tulis McGeehan. “Lalu aku bilang semua orang.”

4. Pecandu itu seksi

Pada bulan Juni 2010, Chaitanya Pandit, seorang appdeveloper di India, bekerja larut untuk menguji aplikasi nya pada sebuah iPad. Seorang gadis terkesan pada Pandit karena tidak hanya memiliki perangkat (belum diluncurkan di India), tetapi juga bisa membuat sebuah aplikasi.
Pandit menulis email untuk Jobs bercerita tentang pertemuan itu. Lalu beberapa hari kemudian iPad muncul pada Worldwide Developer Conference Apple di mana Jobs mengatakan, “Ini [iPad] ajaib. Aku tahu itu karena saya mendapat email ini: ‘Saya sedang duduk di kafe dengan iPad saya, dan mendapat seorang gadis tertarik padaku’ Jadi ada bukti. “

5. Jadilah seorang pria sejati

Maryam Qudus sempat magang untuk Apple pada tahun 2010. Pada hari pertama pelatihan, dia diberitahu bahwa jika ia bertemu Steve Jobs di Caffe Mac, restoran staf, untuk “tidak panik dan tinggalkan dia sendiri.” Saat itu dia membawa makanan dan menuju pintu.
“Saya mencoba berpegangan pada pintu untuk membiarkan dia dan orang-orang di belakang saya duluan,” tulis Qudus. “Tapi dia terus berpegang pada pintu dan, seperti seorang pria baik, berkata,” Tidak, Anda duluan, ‘dan kemudian tersenyum padaku.

6. Jangan takut jika tangan Anda kotor

Steve Bell bertemu Jobs di lokasi yang tidak biasa di Palo Alto, tempat pembuangan sampah kota. Bell dan istrinya berada di sana untuk mendapatkan beberapa kompos gratis untuk kebun mereka dan melihat mereka bukanlah satu-satunya tukang kebun yang menyekop kotoran pada hari itu.
Setelah ia dan istrinya selesai, di belakang mereka ada sebuah Honda SUV dengan pupuk kandang. Mereka melihat Steve Jobs menyekop kompos sendiri lalu mengangkutnya dengan mobil.

7. Kita semua sama

Mark Hull, pencipta aplikasi Android Paranoid, melihat hal yang lucu tentang mobil Steve Jobs ketika diparkir di Whole Foods lokal. Jobs meninggalkan topi gas nya tergantung.
“Suka dengan hal-hal tentangnya. Bukan karena memiliki beberapa efek mendalam pada saya,” Tulis Hull. “Tapi hanya karena menunjukkan kita bahwa semua manusia sama.” (Technewsdaily/rei)


sumber
Share this article :
 
 
Support : Creating Website | Pondok Reot Template | Pondok REot Template
Copyright © 2011. pondok reot - Hak cipta dilindungi undang-undang
Template Created by Creating Website Published by Pondok Reot Template
Proudly powered by Blogger