Latest Post

Video Pidato Kenegaraan Capres 2014 Asal Lombok




Video Pidato Kenegaraan Capres 2014 Asal Lombok Timur NTB ini mungkin akan menggemparkan media atau para sobat blogger sebagai salah satu bentuk perwujudan harapan dari masyarakat paling bawah akan kembalinya bangsa Indonesia ini kejati dirinya yang sebenarnya, disaat kita masyarakat bingung dan jengah dengan bentuk kepemimpinan birokrasi yang berbelit-belit, semoga ada perbaikan disegala bidang sehingga bangsa kita kembali menjadi bangsa yang bermartabat adil dan makmur.....

 semoga Pidato Kenegaraan Capres 2014 Asal Lombok Timur bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.....


sumber
 

Tiga Program TV Konyol Saat Ramadan

Tim Pemantau Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan ada tiga program sahur yang masuk kategori konyol. Tiga program sahur tersebut ditayangkan masing-masing televisi yang berbeda.
Spoilerfor Buka:
Yuk Kita Sahur

Yuk Kita Sahur tidak jauh beda dengan program tahun lalu 'Waktunya Kita Sahur'. Konten yang ditampilkan tidak terkait nuansa ramadan. Pesannya hanya mengajak penonton tidak mengantuk.
Isinya mulai gelak tawa, saling ledek, omelan, pertengkaran, sindirian, tudingan dengan kata-kata bernada negatif, memasukkan makanan ke mulut sampai melemparkan tepung ke wajah.

Spoilerfor Buka:
Sahurnya OVJ

Untuk program Sahurnya OVJ problemnya sama dengan berbagai acara komedi lainnya. Contohnya pada edisi 17 Juli 2013 Sule menumpahkan sepiring tepung ke muka Bopak, itu 'adegan tetap' tiap tayang. Lalu pada segmen selanjutnya, Andre memelesetkan kalimat Tukul Arwana yang harusnya 'Kembali ke Laptop' menjadi 'Kembali ke Tanktop'.
Semua aksi konyol OVJ ini tidak berbeda dengan tayangan di luar ramadan. Tempelan 'sahur' pada nama program tidak memperlihatkan pengaruh perbaikan.

Spoilerfor Buka:
Sahurnya Pesbukers

Mirip dengan komedi di Trans TV dan Trans 7, catatan serius di ANTV tidak memperlihatkan itikad baik membenahi diri. Program 'Sahurnya Pesbukers' ada adegan tak pantas dalam konteks ramadan. Adegan tersebut adalah ketika Daus Mini saling rayu dengan Kartika Putri, lalu Daus Mini diangkat dan digendong Kartika.


kalau aku paling benci acara facebookers,gak lucu dan membosankan,bagaimana dengan anda gan??
 

Tren Berjilbab Para Artis Indonesia

Busana Muslim makin banyak digemari oleh para selebriti. Sejumlah artis wanita memutuskan mengenakan jilbab. Mulai dari Inneke Koesherawati, Eva Arnaz, pesinetron Eksanti, dan juga mantan model ternama tanah air seperti, Ratih Sang, Okky Asokawati, dan Henidar Amroe.
 
Begitu juga dengan Lula Kamal dan Rachel Maryam yang juga merasa nyaman setelah berjilbab. Tak hanya itu, artis muda tanah air juga mantap untuk berhijab. Sebut saja Zaskia Adya Mecca, Marshanda, Zaskia Sungkar, dan juga Puput Melati.
Banyak di antara mereka yang memilih busana Muslim sebagai sebuah keputusan eksistensial. Mereka mengubah penampilan, dengan memilih pakaian yang menutup nyaris seluruh tubuh itu. Bahkan, di antara mereka harus melalui jalan berliku, sampai akhirnya memutuskan menutup aurat.
Dan tentu saja, setiap mereka punya kisah, dan alasan masing-masing.Diakui beberapa artis, selain pujian, ada juga yang meragukan kesungguhan mereka saat berjilbab. Simak kisah beberapa artis di bawah ini:
1. Angel Lelga
Lama tak terlihat di layar kaca, Angel Lelga hadir dengan penampilan baru. Pedangdut dan pesinetron ini, tampil dengan baju tertutup dan berhijab. Penampilan baru Angel sempat mengejutkan publik.
Angel pun dapat memahami reaksi publik. Bahkan, diakui Angel, keluarga dan teman-temannya juga terkejut saat melihat dirinya menggunakan jilbab. Tetapi, Angel lega karena keluarga dan teman-temannya memberikan dukungan penuh untuknya.
 
Saat ditemui VIVAlife, ia dengan senang hati bercerita seputar proses dirinya, hingga akhirnya berhijab. Angel mengaku, ia tertarik untuk menutup aurat ketika mulai bergabung dengan sebuah partai politik yang berbasis Islam.
"Saya lihat lingkungan saya berhijab. Kok saya risih ya, kalau saya nggak berhijab, sementara yang lain berjilbab," katanya saat ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan.
Meski demikian, ia menolak jika dikatakan berjilbab karena dirinya menjadi salah satu calon legislatif dari partai tersebut. "Ini bukan suatu kebetulan, ini suatu hidayah, hanya melalui partai. Bukan ujug-ujug saya di partai, terus saya berhijab ya," ungkapnya.
Untuk memantapkan hatinya, Angel mencoba merenung dan berpikir kembali atas keputusannya itu. Butuh waktu yang tidak sebentar bagi Angel untuk meyakini hatinya. Tetapi, akhirnya ia konsisten untuk berhijab.
"Saya coba copot, ternyata malah nggak nyaman. Mungkin ini hidayah," ujarnya.
Pada mulanya, banyak yang sinis atas keputusannya tersebut. Bahkan, ada juga yang menganggap Angel, hanya pencitraan atau hanya sekedar mengikuti  tren.
"Ini tanggung jawab saya kepada Tuhan. Buat saya, saat itu nggak pakai hijab nggak masalah. Tapi saya menemukan hidayah," ujarnya tegas.
Walau masih banyak nada sumbang mengiringi langkahnya, janda Rhoma Irama ini tak ambil pusing. "Kalau masalah pro dan kontra itu memang sudah ada, saya nikmati saja," ungkapnya santai.
Diakui Angel, kini ia lebih percaya diri. Ia pun merasa nyaman dengan penampilannya. Ia juga menegaskan tak akan melepas jilbab, walaupun mendapat tawaran kerja dengan bayaran yang menggiurkan.
"Dunia hiburan bukan fokus utama saya lagi. Tetapi, jika ada yang menawari, mereka harus ikut aturan saya," ujarnya.
Setelah berjilbab, Angel merasa banyak perubahan pada dirinya. Ia tak hanya hati-hati dalam bertindak, tetapi ibadah salatnya juga semakin membaik.
"Kalau dulu masih bolong-bolong, sekarang tepat waktu ya. Sekarang kan sudah berjilbab," ungkapnya sambil menebar senyum.
2. Soraya Larasati
Pesinetron Soraya Larasati menambah daftar selebriti yang memutuskan berhijab. Setelah melahirkan anak pertamanya 1,5 bulan lalu, Soraya memantapkan hati menutupi auratnya.
 
"Singkat, padat, tepat. Ada keinginan langsung dijalani. Daripada kelamaan," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Pusat.
Wanita yang akrab disapa Laras ini berkisah, sebenarnya sang suami, Donny, sudah sejak lama meminta dirinya menutup aurat. Sebelum menikah, Donny sudah mengungkapkan keinginan agar Laras berhijab.
Laras tak menerima begitu saja permintaan sang suami. Ia hanya mau menunaikan kewajiban itu atas kesadaran hatinya, bukan perintah siapa-siapa. Setelah menikah,  Laras tetap pada gaya busana lamanya.
 
Hidayah pun datang setelah ia melahirkan. Laras mengaku mendapat banyak pertanda. "Misalnya dikasih buku tentang hijab. Atau suami dengar khotbah Jumatan juga tentang hijab," ujarnya.
Ia merasa apa yang dialaminya itu sebagai suatu tanda. Laras pun mencoba berhijab. Ternyata, ia justru mendapat banyak berkah. Pekerjaannya pun lancar. Padahal, ia sempat ragu bakal dapat tawaran syuting lagi setelah berhijab.
 
"Sebaliknya, aku sampai capek nolak. Rezeki itu percayakan saja, Allah yang atur," katanya bijak.
Pertama mengenakan hijab, ia pun sempat khawatir. Pasalnya, banyak orang yang melepas jilbabnya di tengah perjalanan. Laras takut ia hanya menggebu-gebu di awal. Beruntung ia banyak mendapat dukungan, terutama dari sang suami.
 
"Lebih tenang, orang ngomongnya lebih enak, dan orangtua lebih percaya," ujarnya.
Laras sebelumnya senang dengan gaya busana yang seksi.  Kini, ia mantap menanggalkan busana yang serba terbuka. Untuk itu, ia pun berniat untuk obral baju lamanya dengan cara garage sale.
Ia akan menjual koleksi baju lamanya dengan harga murah, dan juga berniat menyumbangkan sebagian baju itu kepada yang membutuhkan.
 
3. Yulia Rahman
Setelah bercerai dari Demian, Yulia Rahman memutuskan tampil beda. Yulia memutuskan mengubah gaya berpakaiannya. Pesinetron dan presenter ini memilih berhijab.
Yulia bercerita, ia mulai berjilbab sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, ia memutuskan umrah ke tanah suci. Sebelum berangkat umrah, Yulia sudah memakai jilbab. Hanya saja, saat itu hatinya belum mantap dan masih melepas penutup kepalanya tersebut.
"Tetapi, seminggu sebelum berangkat umrah saya sudah memakai jilbab. Dan saat pulang saya memutuskan untuk terus berjilbab," katanya saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
 
Meski demikian, menurut Yulia, ada sebuah momen yang membuatnya merasa terpanggil untuk menutup aurat.  “Saat itu, saya bertemu sahabat saya, Lyra Virna. Dia sudah lebih dulu memakai jilbab. Dan saat itu, ia sedang menjadi bintang tamu di sebuah acara talk show," ungkapnya.
Ditambahkan, Yulia, saat diacara tersebut, Lyra ditanya mengapa memutuskan memakai jilbab. Dengan tegas, Lyra yang juga artis itu menjawab, ia memutuskan memakai hijab, karena diwajibkan untuk para muslimah.
"Saya bergetar mendengar kata-kata itu. Dan saya berusaha mencari tahu," ujarnya sambil menjelaskan momen tersebut selalu terngiang dalam benaknya.
Saat ini, diakui Yulia dirinya merasa nyaman dan lebih percaya diri dengan penampilannya. Ia juga mulai mengontrol diri dan menjaga perilakunya.
Sama seperti Angel Lelga, Yulia memutuskan untuk tetap berhijab walau terdapat tawaran yang menggiurkan.
"Ke depan akan tetap berhijab ya. Nggak ada alasan terima peran yang harus membuka jilbab," katanya tegas.Lagipula ia yakin, jilbab tidak akan menghalangi karier ataupun rezeki seseorang.
4. Dewi Sandra
Dalam setiap aksi panggungnya, Dewi Sandra selalu tampil seksi dan enerjik. Penampilan panggung Dewi selalu menghipnotis dan membuat penonton histeris.
 
Ia selalu bergoyang lincah dan memperlihatkan lekuk tubuhnya, yang memang indah dan ramping. Ditunjang dengan suara prima dan juga wajah indonya, Dewi begitu mempesona saat berada di atas panggung.
Tetapi, beberapa waktu belakangan ini, penampilan Dewi berubah drastis. Tak ada lagi kostum panggung yang ketat atau seksi. 
Dewi memutuskan untuk berhijab. Untuk pertama kalinya, Dewi tampil di depan publik memakai jilbab, saat pernikahan sahabatnya, Olla Ramlan pada akhir tahun lalu.
 
Dewi tak bisa menjawab dengan pasti, alasan ia memutuskan untuk mengubah penampilannya dan berjilbab. Meski demikian, akhirnya pemilik nama Dewi Sandra Killick ini mengaku cukup dekat dengan komunitas muslim dan muslimah.
 
Tetapi, tak mudah baginya untuk berjilbab. Dan ia sangat menyadari hal tersebut. Membayangkan betapa ribet harus mengenakan hijab, ia menarik nafas panjang dan sempat ragu. Namun Dewi menyadari betul jika ia tidak mencoba, ia tak akan bisa.
"Niatnya lillahi ta’ala, ingin memperbaiki diri," ujarnya. Setelah hatinya mantap, bukan berarti keputusan Dewi berjalan mulus. Diakui Dewi banyak yang terkejut dan meragukan keputusannya tersebut.
 
Bahkan, sang suami, Agus Rahman termasuk yang meragukannya. "Jadi dia bilang, kalau saya nggak yakin mending nanti dulu," imbuh Dewi menirukan ucapan suaminya.
Tapi Dewi berhasil mematahkan keraguan Agus. Sang suami pun mendukung seratus persen niat istrinya. "Tapi jangan main-main karena tanggung jawabnya besar’," ujar Dewi menirukan pesan suaminya.
Ditambahkan mantan istri Surya Saputra ini, ia sempat mengalami pergolakan batin yang hebat, sebelum akhirnya memberanikan diri menutup aurat. "Sekitar satu tahun. Itu pun maju mundur. Di dalam saya mulai bergejolak, tarik ulurnya luar biasa," ungkapnya.
Setelah berhijab secara fisik, ia menuju fase berikutnya. Dewi terus membekali diri dengan belajar agama. "Saya suka belajar agama kalau yang menjelaskan bisa logis, karena saya sangat kritis," komentarnya.
5. Nuri Maulida
Lain Dewi Sandra, lain pula kisah pesinetron dan presenter Nuri Maulida. Nuri tampil memakai hijab di depan publik untuk pertama kalinya pada Juli 2012 lalu.
 
Saat itu, menurut artis berwajah sendu ini, dirinya baru saja menunaikan ibadah umrah. Ia bercerita, sebenarnya keinginan untuk berjilbab tidak datang begitu saja. Nuri sudah lama ingin berhijab.
"Saya ikut kumpul-kumpul dengan para muslimah, dan di situ saya semakin mengerti agama. Setelah pulang umrah, baru saya mantap mau pakai ini dan nggak saya lepas-lepas lagi," ujarnya.
Diakui Nuri, ia sempat menghadapi pergolakan batin sebelum berjilbab. Ia sempat merasa bimbang untuk menutup aurat, karena memikirkan kelanjutan kariernya sebagai artis.
 
Namun saat di tanah suci, ia mengaku seakan terketuk hatinya. "Ini seperti panggilan dari Allah. Saya merasakan kenyamanan, dan rasanya nggak pengen saya lepas lagi," ungkapnya.
Dan setelah berjilbab, Nuri tetap eksis di dunia hiburan tanah air. Tawaran untuk sinetron dan juga menjadi presenter, tetap menghampiri bintang sinetron Cinta Fitri ini.
 
Setelah memakai hijab, ia memang merasa lebih nyaman dan tenang. "Saya juga pernah membaca buku,  katanya akan lebih sehat jika mengenakan baju tertutup. Jadi, kulit pun akan tetap terlindungi" ujarnya.
Dengan mengenakan hijab, Nuri merasa lebih bertanggung jawab terhadap agama. "Tingkah lakunya harus lebih baik, perbuatan, dan cara bicara juga. Terutama soal ibadah, malu dong kalau lebih buruk," tuturnya.

 

Inilah Masjid Terapung Pertama di Indonesia yang Menakjubkan


Melihat ke arah laut Losari, sebuah bangunan berdiri tepat di tengah laut. Tiang penyangga menopangnya agar tetap berdiri meski ombak terus berdatangan. Inilah Masjid Amirul Mukminin, masjid terapung pertama di Indonesia.

"Ini masjid terapung di Makassar, sudah ke sini belum?" kata salah seorang penduduk lokal, Linda kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Belum pernah datang ke sana, saya yang kebetulan lewat langsung berhenti. Dari depan tertera tulisan Masjid Amirul Mukminin. Rupanya ini nama masjid tersebut.

Ada banyak pilar menopang bangunan masjid. Ya, masjid ini tidak berdiri di atas tanah, melainkan berada di lautan. Oleh karena itu, masjid ini disebut sebagai Masjid Terapung.

Selain bernama Masjid Amirul Mukminin, ternyata masjid ini juga memiliki nama lain Masjid 99 Al Makazzary. Angka 99 ini melambangkan 99 Asmaul Husna atau 99 nama Allah. Sedangkan nama Al Makazzary, ditujukan untuk salah seorang imam besar Masjidil Haram, Syekh Yusuf.

Ketika detikTravel berkunjung ke sana, bagian depan masjid tampak ramai pengunjung. Ada yang duduk-duduk, ada yang sengaja berdiri untuk masuk ke dalam masjid, ada pula yang datang untuk sekadar berfoto-foto.

Masjid ini terbagi dari beberapa lantai. Lantai paling atas masjid adalah tempat khusus untuk para pengunjung yang ingin salat sendiri. Tempat ini dipisah agar jamaah bisa beribadah lebih khusyuk.

"Kalau perempuan itu di lantai dua," kata salah seorang traveler yang pernah masuk ke Masjid Terapung, Gita kepada detikTravel.

Sedangkan, jamaah pria berada di lantai paling dasar. Masih di lantai itu juga, traveler bisa menemukan tempat wudhu baik pria maupun wanita.

Bisa dibilang, masjid ini selalu ramai pengunjung dari pagi hingga malam hari. Tapi, sore menjelang malam adalah waktu paling ramai.

"Biasanya menjelang Magrib orang-orang pada ke sana. Banyak yang foto-foto di sana," lanjut Gita.

Ketika itu, banyak penduduk lokal maupun wisatawan datang hanya untuk sekadar melihat masjid berlatar sunset cantik. Dari kejauhan, semburat merah muncul di ufuk barat. Perlahan cahayanya turun.

Nah, saat itulah banyak pelancong berpose di depan masjid. Salah satu teman mereka pun lantas mengarahkan kamera dan mengabadikan momen lewat jepretan kamera. Sempurna!

[source: http://ramadan.detik.com]
 

Iklan yang Menyesatkan Selama Ramadhan



Selama puasa Ramadhan, tayangan iklan TV diwarnai oleh  promosi obat mag serta promosi makanan dan minuman yang dihubungkan dengan aktivitas puasa Ramadhan masyarakat.

Momen puasa tidak akan dilewatkan oleh produk-produk yang diyakini kebutuhannya akan meningkat di tengah masyarakat. Sebagai seorang pengajar, peneliti, dan praktisi kesehatan, saya sangat menyayangkan iklan yang tendensius dan terlalu berlebihan, bahkan cenderung membohongi masyarakat. Pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM), harusnya juga jeli dan mempermasalahkan iklan yang menyesatkan untuk masyarakat.

Promosi obat mag, dalam hal ini yang kandungannya antasida, sudah kebablasan seolah-olah produk ini untuk mencegah agar masyarakat tidak mengalami gangguan lambung selama berpuasa. Padahal, obat ini digunakan hanya untuk mengurangi keluhan lambung dan bukan untuk mencegah orang untuk menderita sakit mag karena berpuasa.  

Wajar, karena dipromosi sebagai obat untuk mencegah sakit mag selama puasa, pembelian obat-obat mag ini sangat tinggi saat bulan Ramadhan. 

Secara teori, mestinya kebutuhan obat mag akan menurun selama Ramadhan. Hal ini karena selama menjalani puasa Ramadhan terjadi keteraturan dalam mengonsumsi makanan, pengurangan konsumsi camilan yang tidak sehat untuk lambung, pengurangan konsumsi rokok, dan yang terpenting adanya pengendalian diri selama puasa Ramadhan. Hal inilah yang menyebabkan pasien dengan sakit mag akan lebih nyaman, bahkan merasa sembuh saat puasa Ramadhan. Jadi, seharusnya konsumsi obat mag ditengah masyarakat seharusnya juga menurun. Kenapa hal ini tidak terjadi?

Saya melihat bahwa hal ini berhubungan dengan iklan yang menganjurkan konsumsi obat mag yang mengandung antasida untuk pencegahan. Antasida sebenarnya hanya diberikan jika ada keluhan karena antasida sendiri bersifat menetralkan asam lambung yang terjadi sehingga akan dapat mengurangi keluhan pasien. Oleh karena itu, tidak benar promosi atau iklan obat sakit mag yang menganjurkan minum obat mag untuk pencegahan agar tidak mengalami gangguan mag. 

Antasida sendiri sebenarnya dapat menimbulkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Antasida yang beredar di tengah masyarakat bisa mengandung alumunium, magnesium, atau kalsium. Antasida dapat menyebabkan seseorang menjadi sembelit sehingga membuat pencernaannya menjadi tidak nyaman. 

Belum lagi efek samping pada ginjal dari penggunaan antasida yang tidak sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, saya berharap masyarakat lebih cerdas dalam melihat iklan-iklan di TV dan tidak otomatis mengikuti anjuran-anjuran dari iklan-iklan tersebut.

Minuman isotonik

Produk lain yang saya amati juga sudah kebablasan adalah anjuran untuk mengonsumsi minuman isotonik saat sahur dan berbuka. Minuman isotonik sendiri adalah minuman yang ditambahkan gula dan elektrolit. Iklan yang muncul juga menganjurkan untuk  mengonsumsi produk tersebut agar terhindar dari kekurangan elektrolit saat berpuasa. 

Minuman isotonik sendiri sebenarnya kita konsumsi kalau memang kita membutuhkan, misalnya saat kita berkeringat atau saat berolahraga, dan tentu tidak pada saat kita habis bangun tidur seperti saat sahur. 

Larutan isotonik sendiri mengandung gula dan elektrolit, terutama garam atau natrium. Oleh karena itu, kita harus memperhitungkan bahwa dengan mengonsumsi produk isotonik ini akan terjadi penambahan konsumsi gula dan garam. 

Bagi orang obesitas atau penderita kencing manis, penambahan gula harus diperhitungkan karena jika tidak akan menyebab orang yang obesitas akan semakin gemuk dan orang dengan penyakit kencing manis gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Begitu pula bagi seseorang yang menderita hipertensi tambahan garam dari larutan isotonik ini juga harus diperhitungkan. 

Saya masih ingat tahun lalu pasien saya mengalami peningkatan tekanan darah akibat mengonsumsi produk isotonik ini secara berlebihan. Pengakuan yang bersangkutan, saat itu kenapa mengonsumsi larutan isotonik secara berlebihan akibat terpengaruh oleh iklan larutan isotonik tersebut. Selain itu, ada juga pasien yang mengalami peningkatan kadar gula darah akibat mengonsumsi larutan isotonik tersebut juga secara berlebihan. Saya menganjurkan sebaiknya selama puasa ini kita lebih baik mengonsumsi air putih saja dan menghindari produk-produk isotonik ini jika kita tidak membutuhkan.

Demikian informasi ini, mudah-mudahan masyarakat kita lebih kritis untuk mendengar dan melihat iklan-iklan yang ada dan jangan otomatis mengikuti pesan-pesan yang ada. Bagi masyarakat yang memang sudah mempunyai permasalahan kesehatan, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi produk-produk tersebut.


Salam sehat,

Ari Fahrial Syam
@dokterari
 
 
Support : Creating Website | Pondok Reot Template | Pondok REot Template
Copyright © 2011. pondok reot - Hak cipta dilindungi undang-undang
Template Created by Creating Website Published by Pondok Reot Template
Proudly powered by Blogger