Latest Post

Seorang gadis Kristen bertekad memakai jilbab selama satu tahun

Ana McKenzie mempunyai seorang teman yang mencoba untuk meniru gaya hidup wanita Muslim di Amerika. Namanya Spencer Wall, seorang gadis muda dari Texas Barat, siswa tahun keempat jurusan bahasa Inggris dan sosiologi. Ia berbagi cerita mengenai pengalaman gadis itu.



Saya pertama kali memperhatikan Spencer Wall di kelas agama dan masyarakat pada akhir semester lalu. Ia bukanlah tipe yang banyak bicara, tapi kain yang menutupi rambut, leher, dan pundaknya, membuat dirinya kelihatan menonjol di dalam kelas yang besar.

Biasanya saya hanya melihat dia sekilas saja, tanpa perhatian sama sekali. Tapi, ketika ia menceritakan kepada teman-teman di kelas mengenai keputusan yang ia buat pada 27 April, saya mulai memperhatikannya dengan seksama. Wall seorang gadis usia 20-an tahun. Ia memutuskan untuk mengikuti ciri khas dan cara berpakaian wanita Muslim selama 1 tahun yang dimulai pada akhir April kemarin.

Ia menggunakan kerudung dan busana dengan potongan longgar ke mana pun ia pergi dan tidak mengkonsumsi babi atau alkohol di tempat umum. Ia menghindari kontak mata dan fisik dengan laki-laki dan meniru kebiasaan anggun, seperti berjalan dengan lengan yang merapat di sisi tubuh atau menyilangkannya di depan untuk menutupi dadanya.

Saya melihat Wall melakukan aktivitasnya sehari-hari ketika kami bertemu di Kerbey Lane baru-baru ini.

Ia mengenakan kerudung dengan corak warna hijau dan biru, baju hitam berlengan panjang dan rok panjang berwarna aqua. Hanya memperlihatkan kulitnya beberapa inci saja.
Spoiler for 1:


“Beberapa orang yang melewati kami berusaha tidak menampakkan rasa ingin tahu mereka. Hanya berusaha melihat sekilas-sekilas. Tapi kebanyakan orang, bahkan tidak menyembunyikan pandangan yang berlebihan atau menyolok.”

Wall dilewati oleh sekelompok orang yang antri mencari tempat duduk, dan mereka semuanya memandangi belakang kepalanya ketika ia berlalu. Seorang pria bahkan memutar-mutar matanya.

“Hal itu tidak mengejutkan saya,” kata Wall ketika saya bercerita tentang kelompok itu. “Tapi, coba lihat ke sekeliling. Mereka bukan satu-satunya yang begitu,” ujarnya.
Quote:
Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya itu bukanlah sebuah eksperimen sosial, tapi lebih pada pengalaman belajar pribadinya. Sebagai seorang wanita kulit putih yang berasal dari sebuah kota kecil di Texas Barat, Wall mengatakan, ia ingin tahu seperti apa rasanya menjadi bagian dari komunitas “minoritas yang diamati.”

“Saya tidak mewakili wanita Muslim atau komunitas Muslim,” katanya. “Saya hanya ingin tahu seperti apa rasanya ‘berjalan dengan memakai sepatu mereka’ selama beberapa waktu.”

Sebelumnya, Wall sudah mempersiapkan diri untuk “pengalaman belajar”-nya, kalau-kalau orang bertanya kepadanya. Pertanyaan yang biasa diajukan, “Kamu berasal dari mana?”
Ia menghindari hal-hal seperti itu, maka sekarang jika orang bertanya mengenai pakaiannya, langsung saja dijawabnya bahwa ia bukan Muslim. Tapi, mengenakan hijab karena ia memilih untuk melakukannya.

Penjelasan seperti itu tidak seluruhya keliru, sebab sebagaimana Wall bilang, ia tidak bisa keluar rumah tanpa mengenakannya.

“Beberapa waktu lalu saya pernah mencoba untuk tidak mengenakan kerudung selama 24 jam,” katanya. “Saya malah tidak sanggup melakukannya, meskipun selama kurang dari setengah hari.”
Spoiler for Aneka reaksi:
Wall mengatakan, ia mendapatkan reaksi yang berbeda-beda ketika mengenakan hijab. Suatu waktu pernah seorang pria menabrak displai barang di Wal-Mart karena pria itu memandanginya. Lain hari sekelompok laki-laki langganan restoran tempatnya bekerja menolak dilayani olehnya. Kelompok itu juga memanggilnya dengan sebutan yang menghina. Tapi, seringkali ia dihindari dengan cara yang terhormat.



“Saya tidak bilang tidak ada pria yang mendekati saya. Mereka mendekati saya, tapi dengan cara yang berbeda sekarang.” katanya. “Lebih sopan, tidak terlalu terang-terangan.”

Pengalaman telah mengajarkan Wall untuk memperhatikan hal-hal kecil yang membuat gaya hidup Muslim tradisional sulit diikuti di Amerika Serikat.
Quote:
Suatu hari di toko pakaian, Wall harus meminta selembar penutup untuk menutupi lubang antara lantai dan pintu kamar pas, agar ia bisa menutupi kakinya ketika berganti pakaian. Pekerjaannya sebagai pelayan juga harus menghadapi situasi yang canggung karena sifat pekerjaannya yang harus melakukan kontak fisik dengan orang asing, yang mana hal itu terlarang untuk wanita Muslim.

Wall akhirnya bisa memahami privasi semacam itu dan menghormatinya. Mungkin hasil yang tidak terduga dari pengalamannya adalah keyakinannya yang bertambah terhadap agama Kristen yang ia anut.
Agama Islam memerintahkan pengikutnya untuk shalat lima kali sehari, ibadah pertama dimulai pukul 5 pagi. Meskipun Wall belum meniru kebiasaan itu, ia mengatakan mungkin di waktu depan ia akan melakukannya dan lebih sering.

“Kamu kan tahu, kita hidup dalam masyarakat yang tidak acuh terhadap aktivitas keagamaan harian,” katanya. “Dari pengalaman ini, saya semakin peduli dengan Tuhan.”



http://3.bp.blogspot.com/-l1QLoe5RkM0/Tb7RKk7w61I/AAAAAAAAHN4/DLrOz_dtigo/s1600/Dhini%2BLagi%2BBelanja%2BBaju%2BNih____.jpg



Dari semua apa yang kami bicarakan, saya ingin mendiskusikan sesuatu yang penting dengannya, tapi saya masih terus menimbang-nimbang. Apakah ia merasa sesak atau bahkan tertekan dengan kebiasaan-kebiasaan yang ia coba tiru itu?

Keterusterangan Wall untuk mendiskusikan masalah-masalah seperti itu membuat saya terkesan padanya. Berkali-kali ia meyakinkan saya agar bertanya, bahkan tentang pertanyaan yang sifatnya menyelidik dan menimbulkan perdebatan. Hal itu menggambarkan kedewasaan dan kecerdasannya yang tidak umum dimiliki gadis usia 20-an.

“Pengalaman ini mengajarkan saya untuk menghormati keputusan seorang wanita, apakah ia ingin tinggal di rumah bersama anak-anaknya, atau mengenakan hijab atau berkarier di luar rumah dan menjadi seorang CEO,” kata Wall.

Ia menghentikan bicaranya, saat seorang gadis memperhatikan belakang kepala Wall.

Mata gadis itu sejenak mengikuti garis-garis kerudung yang berwarna cerah, kemudian segera berlalu. Sepertinya gadis itu memandang bukan karena kasihan kepada Wall atau karena ia merasa dendam, marah atau takut, melainkan karena tertarik dengan kerudungnya.

Wall mengatakan, ia hanya akan memperlihatkan rambutnya di ruangan yang tertutup. Saya mengakui bahwa saya agak iri dengan seseorang yang bisa menghargai sesuatu, yang mana saya anggap hal itu biasa saja.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7047695
 

Ternyata Kosakata Indonesia Juga Dipakai di Afrika Selatan




Sejumlah kosakata bahasa Indonesia masih dipergunakan di Afrika Selatan, terutama di Cape Town. Istilah seperti labarang, messang, dan koeber, diadopsi dari bahasa Indonesia untuk istilah lebaran, nisan dan kubur.

Hal itu misalnya antara lain bisa ditemukan di komplek pekuburan Spaanchemat River Muslim Cemetry di daerah Constantia yang sudah agak pinggiran Cape Town. Di papan pengumuman yang terpampang di pintu masuk disebutkan, jika berkepentingan dengan pemakaman, dapat mengubungi 'tuwang koeber' atau tuan kubur.

Salah seorang tokoh masyarakat muslim di Cape Town, Adam Philander menyatakan, bahasa Indonesia masih banyak yang dipakai di Cape Town, karena ikatan sejarahnya beberapa ratus tahun yang lalu yang demikian kuat.

“Pernah ada yang menyatakan jumlahnya sekitar 350 kata, tetapi saya kira lebih dari itu. Banyak sekali,” kata Philander di Cape Town, Jumat (7/10/2011) .

Disebutkannya, ada beberapa kata yang demikian sering dipakai, misalnya ‘minta maaf’ dan ‘tarima kasih’. Kalimat itu menjadi bahasa lokal yang kerap terdengar. Demikian juga ‘maniengal’ yang artinya meninggal, puasa atau terkadang ditulis pwasa, dan boeka puasa atau boeka pwasa yang artinya juga buka puasa.

Bahkan ada kosakata yang masih dipakai di Cape Town, padahal sudah jarang dipergunakan di Indonesia, yakni jamang yang sama maknanya dengan kata jamban. Sementara makanan yang dibawa dari rumah yang melakukan kegiatan, masih disebut barakat atau istilah Indonesia yang disebut berkat. Walau asal bahasa itu aslinya dari bahasa Arab, barokah.

Ratusan kosakata asli Indonesia yang masih kerap dipergunakan di Cape Town itu, kata Philander, menjadi jembatan yang akan terus menghubungkan Indonesia dan Afrika Selatan.

sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/10/07/040800/1738630/10/?992204topnews
 

Inilah Alasan Kenapa Lalat Sulit Dipukul

Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.
Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.




"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/232259-alasan-kenapa-lalat-sulit-dipukul.html
 

Sesak Nafas Pertanda Sakit Apa Saja ?

Kali ini ada artikel menarik yang saya baca dari Dr. Lilik Herawati dalam menjawab pertanyaan seorang penderita. Beliau merupakan seorang dokter di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jawa Timur, beralamat di jl. A. Yani 116 Surabaya.
Artikel termuat di bulan Juli 2012 yang lalu.



Pertanyaan

Di situ ada seorang wanita usia 20 tahun yang bertanya sebagai berikut, kurang lebihnya.
Dok, saya wanita 20 tahun. Beberapa hari ini saya merasa sesak nafas, apalagi kalau sedang mengerjakan sesuatu yang sedikit berat. Terkadang sampai ngos-ngosan dan bagian bawah perut samping kanan terasa panas sampai ke bagian belakang.

Suhu badan juga kadang panas, apalagi bila sudah masuk malam hari. Selain itu, saya juga sering mangalami sakit kepala.
Menurut dokter, gejala penyakit apa yang sedang saya alami?
Bisakah ini pertanda sakit jabtung atau penyakit lainnya seperti ginjal?
Mohon penjelasan dan sarannya.

Jawaban dari dr. Lilik

Keluhan sesak nafas bisa disebabkan penyakit dari paru-paru, jantung, ginjal atau sebab lain. Untuk keluhan sesak nafas pasti disertai dengan keluhan-keluhan lain yang khas pada masing-masing penyakitnya. Berdasarkan data yang Anda sampaikan, sangat dimungkinkan sesak dan ngos-ngosan yang Anda alami berasal dari lambung karena selain sesak, Anda juga mengeluh pada perut kanan terasa panas sampai tembus ke belakang.

Sakit lambung (gastritis) secara garis besar penyebabnya ada dua, yaitu dari dalam dan dari luar. Faktor-faktor dari luar yaitu berupa makanan atau minuman dan obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut, misalnya makan makanan yang berserat.

Sedangkan faktor-faktor dari dalam meliputi stres/tekanan pada psikis yang menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang merangsang pengeluaran asam lambung.

Kesimpulannya, bahwa kalau sesak nafas itu belum tentu pertanda sakit jantung, bisa jadi hanya bagian lambung saja yang bermasalah. Jawaban adalah asli dari beliau, tidak dikurangi atau dilebihkan, sementara lainnya dengan olah kata sendiri.

Semoga bermanfaat artikel
Sesak Nafas Pertanda Sakit Apa Saja ? ini.

Sumber : http://obatsakit2011.blogspot.com/2013/04/sesak-nafas-pertanda-sakit-apa-saja.html
 

Mitos Dan Fakta seputar Donor Darah

Mitos Dan Fakta seputar Donor Darah
Donor darah merupakan salah satu bentuk tindakan sosial yang sangat mulia dan tidak mengenal pamrih. Namun sayang, masih sedikit orang yang tergerak hatinya untuk mau menyumbangkan darahnya.

Kebanyakan orang takut mendonorkan darah karena menganggap itu menyakitkan, bisa membuat badan lemah dan rentan terkena penyakit. Padahal, itu tidak lebih hanyalah sebuah anggapan yang keliru.

Untuk menghapus segala bentuk mitos tentang donor darah, konsultan bank darah di Medcity Moolchand New Delhi India Dr Rani Prem Kumar, membantu menjelaskan tentang kebenaran dari donor darah yang sebetulnya memberikan banyak manfaat seperti dikutip Healthmeup berikut ini :

1. Mitos : Donor darah bikin tekanan darah rendah.

Fakta :
  Namun, banyak orang yang merasa setelah mendonorkan darah membuat mereka merasa lemah. Sekali lagi, ini tidak benar. Kenyataannya bahwa dibutuhkan satu atau dua hari untuk mengisi volume cairan dalam tubuh dan tiga bulan untuk regenerasi sel darah merah agar dapat menyumbangkan lebih banyak darah.

2. Mitos : Beristirahat penuh selama sehari setelah menyumbangkan darah.
Fakta :  Anda dapat dengan mudah melanjutkan kegiatan sehari-hari secara rutin setelah menyumbangkan darah, tetapi dengan catatan:
* Cukupi kebutuhan cairan dengan meminum banyak air putih ata jus dalam waktu 24 jam setelah donor darah
* Hindari paparan sinar matahari
* Hindari mengemudi selama 2-3 jam berikutnya
* Hindari merokok selama 4 jam
* Hindari alkohol untuk 24 jam

3. Mitos : Donor Darah adalah suatu prosedur yang menyakitkan.
Fakta :
  Menyumbangkan darah tidak menyakitkan sama sekali. Kita hanya merasakan sensasi seperti dicubit ketika jarum menusuk lengan.

4. Mitos : Saya tidak harus sering mendonorkan darah, karena itu bisa membuat tubuh saya lemah.
Fakta :
  Orang yang sehat bisa mendonorkan darah empat kali dalam setahun.

5. Mitos : Donor darah membuat saya merasa stres, sakit kepala parah dan muntah?
Fakta :
Donor darah tidak dapat menyebabkan sakit kepala dan muntah jika tekanan darah Anda dalam batas normal sebelum melakukan donor darah.

6. Mitos : Donor menurunkan tingkat kekebalan tubuh.
Fakta :
  Tingkat kekebalan tubuh Anda tidak terpengaruh hanya karena Anda mendonorkan darah.

7. Mitos: Mendonorkan darah dapat berfluktuasi terhadap tekanan darah dan kadar gula darah.
Fakta: Donor darah tidak akan mempengaruhi tekanan darah dan kadar gula darah. Tetapi, seorang pasien diabetes yang sedang menerima insulin tidak dapat menyumbangkan darahnya.

8. Mitos : Sering donor darah membuat tubuh kekurangan zat besi.
Fakta : Individu yang sehat dengan kebiasaan makan yang baik dapat mendonorkan darah empat kali setahun dengan jarak waktu tiga bulan. Ini tidak akan membuat kandungan zat besi dalam tubuh Anda berkurang.

9. Mitos : Donor darah butuhkan waktu lama.
Fakta : Salah. Prosedur donor darah mulai dari registrasi (pendaftaran) sampai pengambilan darah berlangsung sekitar setengah jam.

10. Mitos: Sering ke rumah sakit untuk menyumbangkan darah menyebabkan infeksi?
Fakta: Tidak benar. Seseorang tidak perlu merasa takut infeksi karena donor darah.

11. Mitos: Anda tidak bisa mendonorkan darah jika sedang mengonsumsi beberapa jenis obat.
Fakta: Ini bukan mitos. Orang yang sedang mengambil beberapa jenis obat tertentu seperti aspirin, antibiotik, anti-hipertensi, steroid, hormon, antikoagulan, tidak bisa mendonorkan darahnya.

12. Mitos : Dapatkah seorang wanita hamil menyumbangkan darah?
Fakta : Tidak, wanita hamil tidak diperbolehkan untuk menyumbangkan darah.

13. Mitos: Dapatkah saya mendonorkan darah, jika saya masih menyusui?
Fakta: Tidak, ibu menyusui sebaiknya tidak mendonorkan darah selama paling sedikit enam minggu setelah melahirkan karena menyumbangkan darah mempengaruhi tingkat cairan di dalam tubuh dan juga dapat mempengaruhi pasokan ASI.

14. Mitos : Dapatkah saya mendonorkan darah, jika sudah mengkonsumsi alkohol sehari sebelumnya?
Fakta : Tidak, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi alkohol sehari sebelum menyumbangkan darah.

15. Mitos: Dapatkah saya mendonorkan darah, jika saya merokok secara teratur?
Fakta: Ya, tapi Anda harus menjauhkan diri dari paparan asap rokok atau berhenti merokok satu jam sebelum dan setelah donor.

16. Mitos : Donor darah secara teratur dapat menyebabkan obesitas.
Fakta : Menyumbangkan darah tidak mempengaruhi berat badan Anda. Namun, beberapa orang setelah donor darah memang cenderung makan lebih banyak dari biasanya.

Sumber   http://health.kompas.com/read/2012/01/26/17121066/16.Mitos.dan.Fakta.Donor.Darah
 
 
Support : Creating Website | Pondok Reot Template | Pondok REot Template
Copyright © 2011. pondok reot - Hak cipta dilindungi undang-undang
Template Created by Creating Website Published by Pondok Reot Template
Proudly powered by Blogger