Pages

7 Jenis Makanan yang Membuat Orang Gendut Tetap Gendut

Sebuah studi yang diterbitkan The New England Journal of Medicine menemukan bahwa kualitas makanan yang Anda makan berkaitan dengan berat ketimbang kuantitas makanannya. Berikut ini daftar jenis makanan yang membuat orang gemuk tetap gemuk yang dikumpulkan berbagai studi serta artikel terbaru.


1. Keripik Kentang

Studi New England Journal of Medicine menyatakan bahwa makanan yang paling terkait dengan penambahan berat badan adalah keripik kentang. Kentang secara umum menyebabkan kenaikan berat badan paling besar disusul kentang goreng (seperti pada makanan siap saji Amrik). Solusinya, jika Anda ingin makan keripik kentang atau kentang goreng, masaklah sendiri. Sebab, jika membuat sendiri, Anda dapat mengontrol bahan-bahan bumbu serta ukuran porsinya juga.


2. Diet Soda

Lho kok bisa? Kan diet soda mestinya bebas kalori, ya kan? Nanti dulu. Ternyata di negara yang penduduknya banyak terkena obesitas, tingkat konsumsi diet soda juga tinggi.

Peneliti dari University of Texas Health Science Center baru-baru ini memresentasikan data yang membuktikan bahwa diet soda membuat kita gemuk. Mereka menemukan bahwa makin banyak seseorang minum diet soda, makin gendutlah dia. Tidak percaya? Silakan coba dan risikonya tanggung sendiri.


3. Fructosa Tinggi (Sirup Jagung)

Apaan tuh? Sirup jagung adalah bahan yang umum dipakai dalam industri-industri pangan di Inggris, Kanada, dll sebagai pengganti gula tebu. Menurut klaim iklan sih penggunaan fruktosa sirup jagung adalah baik selama tidak berlebihan. Masalahnya, kadar kecukupan sirup jagung itu tampaknya mustahil untuk ditakar. Sirup ini katanya bisa mengganggu metabolisme tubuh hingga menyebabkan seseorang tidak bisa berhenti makan. Orang akan sulit untuk mengontrol nafsu makannya (nyandu) karena sirup jagung memperlambat sekresi leptin dalam tubuh. Leptin adalah hormon penting yang memberitahu tubuh bahwa Anda kenyang dan berhenti makan. Jadi seperti obat adiktif yang tanpa disadari membuat orang kecanduan.


4. Daging Merah dan Olahan

Studi tentang kualitas makanan dari The New England Journal of Medicine menemukan bahwa daging merah serta olahan menyebabkan kenaikan berat badan secara menyeluruh (gendut di semua bagian).


5. Junk Food Rendah Lemak

Junk food atau makanan cepat saji sendiri adalah masalah, tapi ketika diklaim telah diproses menjadi rendah lemak tetap saja buruk. Itu adalah trik dagang saja. Aslinya sudah nirnutrisi, lalu diproses menjadi nirlemak. Sisanya apa dong? Selain itu, ketika makanan tersebut direndahkan kadar lemaknya, produsen harus mengisi rasa yang hilang dengan menambahkan banyak MSG atau gula, mungkin. Sudah tidak ada gizinya bikin kecanduan pula.


6. Makanan Instan

Kalau Anda ingin yakin bahwa makanan yang akan dimakan sehat, masaklah sendiri dengan bahan-bahan yang segar, makan makanan rumahan (kecuali kepepet?). Pastikan juga bumbu-bumbu yang dipakai bukan bumbu instan. Memang lebih melelahkan, tapi mungkin memang itulah harga yang harus dibayar demi kesehatan. Kita bisa bersyukur bahwa makanan sehat (sayur-mayur) di Indonesia relatif murah. Makanan siap saji justru biasanya lebih mahal, bukan?


7. Alkohol

Alkohol murni mengandung sekitar 7 kalori per gram, yang membuatnya memiliki hampir dua kali kemampuan menggemukkan ketimbang karbohidrat atau protein (keduanya mengandung sekitar 4 kalori per gram). Ini berarti jika Anda ingin menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh yang berlebih, alkohol bukanlah pilihan yang baik.

Sumber: Care2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar